pengikut

Jumat, 22 Mei 2015

IMPLEMENTASI VOIP COMPUTER TO COMPUTER BERBASIS FREEWARE MENGGUNAKAN SESSION INITIATION PROTOCOL

Nama Kelompok : Intan Oka Herdanis (53411646)
                Tiara Indah (57411098)
Mata Kuliah : Pemograman Jaringan
Kelas : 4IA18

Protokol
Agar suatu informasi dari suatu komputer dapat disampaikan ke komputer lain, informasi itu harus dikirimkan lewat jaringan dan mengalami proses yang panjang melalui berbagai lapisan dalam jaringan. Pertama-tama, informasi itu diolah menjadi data, kemudian diolah menjadi segmen-segmen, diolah menjadi paket-paket, menjadi frame, dan yang terakhir menjadi bit yang dapat dikirimkan lewat media jaringan seperti kabel untuk disampaikan ke komputer lain, untuk diproses balik untuk mendapat informasi asal.

Protokol-protokol WAN

Jaringan WAN dapat berfungsi dengan baik bila router yang menghubungkan jaringan WAN tersebut dikonfigurasikan menggunakan protokol WAN yang tepat sesuai dengan layanan telekomunikasi yang dipakai. Protokol-protokol WAN tersebut antara lain adalah: High-Level Data- Link Control (HDLC), Point-to-Point (PPP), DDR, Integrated  Services  Digital  Network (ISDN), Frame Relay, X.25 dan ATM. HDLC merupakan protokol WAN default yang digunakan oleh Cisco router untuk hubungan lewat interface synchronous serialnya. PPP merupakan standar protokol untuk hubungan point to point dengan interface serial yang menggunakan protokol TCP/IP. ISDN dan Frame Relay adalah protokol-protokol WAN yang paling banyak dipakai. X.25 adalah jenis protokol WAN yang sudah kuno yang menggunakan metode packet-switching seperti yang digunakan Frame Relay, tetapi lamban sehingga sudah kurang pemakaiannya. ATM adalah jenis protokol yang banyak dipakai oleh LAN tetapi juga dapat dipergunakan untuk WAN.

Pengkodean Suara

Pengkodean suara merupakan pengalihan kode analog menjadi kode digital agar suara dapat dikirim dalam jaringan komputer (Purbo, 2007: 6). Pengkodean dikenal dengan istilah codec, yang merupakan singkatan dari compressordecompressor. Berbagai jenis codec dikembangkan untuk memapatkan/mengkompresi suara agar bisa menggunakan bandwidth  secara  hemat  tanpa mengorbankan kualitas suara (suara yang keluar masih dapat didengar dengan baik).
Berikut ini adalah beberapa standar codec suara yang banyak digunakan di jaringan beserta
bandwidth yang dibutuhkan (Purbo, 2007: 7)


  GIPS 13,3 Kbps & lebih tinggi 18
  GSM 13 Kbps (full rate), 20 ms frame size
  iLBC 15 Kbps, 20 ms frame size: 13,3 Kbps, 30 ms frame size
  ITU G.711 64 Kbps, sample-based (juga dikenal sebagai alaw/ulaw)
ITU G.722 48/56/64 Kbps
  ITU G.723.1 5,3/6,3 Kbps, 30ms framesize


ITU G.726 16/24/32/40 Kb
  ITU G.728 16 Kbps
  ITU G.729 8 Kbps, 10 ms frame size
  Speex 2,15 to 44,2 Kbps
  LPC10 2,5 Kbps
  DoD CELP 4,8 Kbps

Yang sering digunakan adalah codec G.729 dan GSM, sedangkan pada LAN biasanya digunakan codec G.711 yang memang bagus kualitasnya. Pengguna open source lebih banyak menggunakan codec GSM yang tidak memiliki hak cipta (copyright). Sementara itu, banyak peralatan VoIP menggunakan codec G.729. Tabel 2.1 di bawah memaparkan perbandingan antara tarif panggilan telepon menggunakan VoIP dengan tarif telepon tradisional (PSTN) yang diambil pada bulan Agustus 2007. Tarif VoIP yang diberikan merupakan tarif dari iMaxindo, di mana iMaxindo merupakan salah satu dari sedikit penyedia layanan VoIP di Indonesia yang sudah memiliki izin dari pemerintah. Sedangkan tarif PSTN yang diberikan merupakan tarif Telkom.
Tabel 2.1 Perbandingan tarif VoIP dengan PSTN

Tujuan
Tarif iMaxindo
Tarif Telkom (SLI)
Malaysia
Rp 1.200,00
Rp 5.650,00
Singapura
Rp 1.200,00
Rp 5.650,00
Amerika
Rp 1.200,00
Rp 8.300,00
Jepang
Rp 1.200,00
Rp 9.400,00
Italy
Rp 1.200,00
Rp 10.700,00
Perancis
Rp 1.200,00
Rp 10.700,00


Standarisasi protokol komunikasi pada teknologi VoIP seperti H.323 dan Session Initiation Protocol
(SIP) telah memungkinkan komunikasi terintegrasi dengan jaringan komunikasi lainnya seperti PSTN.

H.323

Berdasarkan ITU-T Recommendation H.323: “H.323 is packet-based multimedia communications systems”. Standar H.323 terdiri dari komponen, protokol, dan prosedur yang menyediakan komunikasi multimedia melalui jaringan packet-based. Bentuk  jaringan  Packet-based yang dapat dilalui antara lain jaringan internet, Internet Packet Exchange (IPX)-based, Local Area Network (LAN), dan Wide Area Network (WAN). H.323 dapat digunakan untuk layanan-layanan multimedia seperti komunikasi suara (IP telephony), komunikasi video dengan suara (video telephony), dan gabungan suara, video dan data. Tujuan desain dan pengembangan H.323 adalah untuk memungkinkan  interoperabilitas dengan tipe terminal multimedia  lainnya.  Terminal dengan  standar
H.323 dapat berkomunikasi dengan terminal H.320 pada N-ISDN, terminal H.321 pada ATM, dan terminal H.324 pada Public Switched Telephone Network (PSTN). Terminal H.323  memungkinkan komunikasi real time dua arah berupa suara, video, dan data.

Bagian-bagian sistem H.323 mencakup H.225.0 untuk connection establishment, H.245 untuk control, RTP/RTCP dan audio/video codec, codec tersebut adalah audio codec (G.711, G.723.1, dan G.728) dan video codec (H.261, H.263) yang melakukan kompresi dan dekompresi terhadap media stream.  H.235  untuk  keamanan,  H.246 untuk interoperability dengan circuit  switched services dan
H.450 untuk servis-servis tambahan.


Standar H.323 terdiri dari 4 komponen fisik yang digunakan saat menghubungkan komunikasi multimedia point-to-point dan point-to-multipoint pada beberapa macam jaringan, yaitu: terminal, gatekeeper, gateway, dan Multipoint Control Unit (MCU)

H.323 gateway digunakan sebagai gateway antara telepon (PSTN)/PABX  dengan  jaringan packet H.323. Gateway menyediakan interface ke PSTN, mengolah sinyal suara dan fax ke format paket yang dapat ditransmisikan di jaringan, dan melakukan komunikasi dengan gatekeeper untuk menjalankan fungsi Registration Admission Status (RAS) untuk routing paket ke tujuannya di dalam jaringan.
Gatekeeper digunakan untuk address resolving, menemukan IP address dari gateway yang dituju, dan mengatur bandwidth serta Quality of Service yang dibutuhkan. Gatekeeper mampu melakukan administrasi satu zona yang terdiri dari beberapa H.323 gateway.
 SIP (Session Initiation Protocol)
Berbeda dengan H.323, SIP diterbitkan sebagai standar oleh IETF setelah adanya VoIP. SIP disiapkan sebagai protokol dalam Suite IP untuk membentuk dan melakukan pengendalian atas sesi multimedia over IP (Sitepu, 2004: 7). SIP merupakan protokol client-server yang diangkut di atas TCP. Bentuknya teks, seperti HTTP. SIP client menggunakan port 5060 untuk berhubungan dengan SIP server dan SIP endpoint lainnya.
SIP hanya digunakan untuk persinyalan. Transportasi data media tetap menggunakan RTP, seperti pada H.323. Sebagai bagian dari negosiasi, SIP juga menggunakan protokol yang disebut SDP (Session Description Protocol). Berdasarkan RFC 2327: Session Description Protocol (SDP) is intended for describing multimedia sessions for the purposes of session announcement, session invitation, and other forms of multimedia session initiation”. Tugas SDP adalah memberikan deskripsi tentang sebuah sesi multimedia, meliputi antara lain informasi port berapa yang digunakan, serta jenis codec apa yang digunakan.
SIP menggunakan struktur protokol yang sederhana, sehingga operasinya cepat dan fleksibel. SIP invitations digunakan untuk membuat suatu sesi komunikasi. SIP juga mendukung mobilitas user dengan cara meneruskan request ke lokasi user saat itu. SIP juga dapat digunakan untuk membuat panggilan  multiparty  dengan  menggunakan  Multipoint  Control  Unit  (MCU).
Komponen-Komponen Jaringan Berbasis SIP
Komponen pada  jaringan VoIP  yang menggunakan teknologi  SIP, antara  lain: user agent, proxy, redirect server dan registrar.

       Pengembangan Sistem

Pengembangan sistem VoIP dimulai dari pengumpulan semua kebutuhankebutuhan elemen- elemen sistem. Pada tahap ini, dilakukan pengumpulan semua kebutuhan-kebutuhan elemen-elemen sistem VoIP tersebut.

Perangkat Lunak

Perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:
  Microsoft Windows XP Professional Version 2002 Service Pack 2 sebagai Sistem Operasi.
  X-Lite versi 3.0 sebagai softphone (user agent).

  Axon versi 1.20 sebagai proxy server.
  Quorum versi 1.20 sebagai fitur tambahan untuk Axon.

  VQManager versi 5.2 untuk menganalisa serta memonitor sistem VoIP yang telah dibuat.
Seluruh komponen-komponen utama yang penulis gunakan dalam membangun sistem VoIP bersifat freeware, kecuali Quorum, karena komponen tersebut merupakan komponen tambahan yang dibutuhkan apabila sistem VoIP yang telah dibangun ingin dapat menjalankan fitur call conference.

Hasil pengujian
VQManager memiliki fitur-fitur yang lengkap untuk memonitor suatu jaringan VoIP, seperti: Call Volume, Voice Quality dan Traffic Monitor. VQManager bekerja dengan cara menaruh sniffer pada sebuah interface proxy server, sehingga VQManager dapat melihat dan merekam paket-paket yang keluar masuk pada interface tersebut. Hal tersebut menimbulkan keterbatasan, yaitu paket-paket yang tidak melalui proxy tidak dapat direkam sehingga dalam hal ini, apabila panggilan telepon dilakukan dari dan ke exstension lain selain proxy, maka hanya paket-paket SIP saja yang dapat direkam, sehingga parameterparameter paket suara seperti delay, jitter, packet loss, MOS dan R Factor tidak dapat direkam. Seluruh paket SIP dapat terekam dikarenakan seluruh paket SIP pasti melewati proxy. Dalam hal ini, penulis melakukan pengujian kualitas suara terhadap panggilan-panggilan telepon dari dan ke proxy.  Penulis rasa hal tersebut sudah cukup mewakili pengujian kualitas suara pada seluruh jaringan VoIP yang telah dibangun. Parameter-parameter yang dianalisa adalah delay, jitter, packet loss, MOS dan R Factor. Nilai-nilai yang ditampilkan merupakan nilai average (rata-rata). 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar