pengikut

Sabtu, 29 Oktober 2011

Mencari Jati Diri Pemuda Dari keluarga dan Teman Sebaya


Masa remaja merupakan krisis jati diri namun saat itulah yang mentukan bagaimana seorang remaja akan bersosialisasi dengan baik di lingkungan sekitar mereka. Lingkungan yang baik akan membawa mereka kepada sosialisasi yang baik dan tentu akan berdampak baik bagi perkembangan rasa percaya diri mereka. Bagi yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka. Mereka akan cenderung menjadi sosok yang pendiam dan kurang peduli dengan keadaan lingkungan mereka.
Pemuda akan menjadi sosok yang peduli dengan lingkungan apabila mereka dapat bersosialisasi dengan baik dilingkungan mereka. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi cara mereka bersosialisasi tentu saja teman dan keluarga adalah faktor penentu keberhasilan mereka bersosialisasi dengan baik. Keluarga berperan penting dalam perkembangan jati diri pemuda dengan lingkungan masyarakat dan teman berpengaruh dalam sosialisasi di lingkungan sekolah atau kampus.
Apabila keluarga dan teman dapat membawa mereka pada pribadi yang baik tentu saja pemuda akan  berhasil dalam sosialisasi meraka dan menjadi individu yang siap untuk berprestasi di lingkungan manapun. Makanya peran keluarga dan teman sangat dibutuhkan untuk seorang remaja yang sedang mengalami krisis jati diri.

Kamis, 20 Oktober 2011

Perpisahan Orang Tua =>> Anak Menderita dan Bahan Pergunjingan Masyarakat


Dijaman sekarang perceraian atau perpisahan sudah menjadi  hal yang biasa. Namun tetapi dampak dari perceraian yang mereka lakukan masih menjadi hal yang luar biasa. Anak yang tidak mengerti akan perpisahan yang dilakukan orang tua yang menjadi sosok paling menderita sedangkan tetangga mendapat bahan untun diperbincangkan untuk bergosip tentang kejelekan keluarga yang bercerai.
Anak akan merasa tidak nyaman dengan lingkungan sekitar dan dilingkungan dengan teman-temannya,  anak menjadi merasa kehilangan sosok orang tua yang selama ini menjadi panutannya,seorang anakyang terlahir dan besar dalam keluarga penuh konflik, cenderung menjadi bodoh secara akademis, dan tak sedikit juga yang akhirnya putus sekolah, dan perubahan sikap anak akan terjadi ketika para tetangga dan para teman-temannya membicarakan tentang perpisahan kedua orang tuanya. Anak akan menjadi pemurung, anak akan mencari pergaulan yang membuatnya nyaman dan saat itulah banyak anak yang keluarganya bercerai masuk kedalam pergaulan bebas.
Tetangga akan membicarakan tentang perceraian dan terus membuat suasana semakin tidak nyaman bagi anak dan keluarga yang bercerai. Tetangga akan terus membicarakan tentang kejelekan rumah tangga tersebut. Dan selalu membuat omongan-omongan yang tidak menyenangkan seputar perceraian tetangga mereka. 

Awas =>> Kebiasaan Menyontek Berdampak Buruk Pada Masa Depan



Mungkin ketika seorang pelajar mendengar kata mencontek adalah hal yang biasa karena banyak dari siswa yang duduk dibangku sekolah dasar sampai yang duduk di perguruan tinggi masih melakukan hal yang tidak baik seperti ini.Mereka tidak menyadari bahwa dampak buruk dari kebiasaan mereka selama ini adalah masa depan. Karena pola pikiran mereka yang selalu tergantung kepada teman maupun alat elektronik seperti handphone menjadikan mereka sosok yang pemalas. Walaupun mereka sudah menempuh pendidikan selama bertahun-tahun akan tetapi selama bertahun-tahun itu pulalah mereka mencontek tidak akan ada ilmu yang mereka serap kecuali cara mencontek yang lebih profesional.
Mereka tidak sadar bagaimana masa depan mereka jika hanya kebiasaan menyontek yang mereka lakukan. Tidak kah mereka mengingat bagaimana orang tua mereka bersusah payah untuk mencari nafkah dari membayar uang untuk sekolah, membeli seragam, dan memberi uang jajan kepada mereka.
Menyadari kebiasaan menyontek adalah buruk untuk diri mereka tetap saja menyontek adalah hal yang mereka rasa membahagiakan.Menurut mereka usaha dari seorang pelajar adalah bagaimana mendapatkan nilai yang memuaskan tanpa banyak bersusah payah belajar. Berbagai cara sudah dilakukan untuk membuat seorang pelajar merasa percaya diri dengan kemampuan yang mereka miliki seperti mengadakan seminar-seminar tentang pendidikan, menerbitkan buku-buku tentang bahaya mencontek.
Akan tetapi masih banyak siswa yang tidak mengindahkan upaya orang dewasa untuk mengembalikan kepercayaan diri mereka.Siswa perlu menyadari bahwa masa depan mereka sanagt penting dari usaha mereka menyerap ilmu yang mereka pelajari selama sekolah dan selama bersosialisasi dimasyarakat. Siswa perlu memberikan motivasi kepada dirinya sendiri akan betapa berharganya kehidupan di masa depan dengan usahanya menggenggam ilmu yang mereka pelajari.

Kamis, 06 Oktober 2011

diriku dan lingkungan ku

Lahir dikeluarga sederhana membawaku kesebuah lingkungan yang amat sederhana. Lahir pada tanggal 3-juni-1993 di Daerah perbatasan antara Jakarta dan Bekasi aku dilahirkan tepatnya didaerah kayu tinggi. aku 3 bersaudara, ayahku bernama Samiun Ishak dan Ibuku bernama Endang Suharmani. aku dirawat dari kecil sampai besar bersama orang tuaku dan kedua kakaku. Aku mulai bersekolah sejak umur 5 tahun di TK Muhajirin dan disitulah aku mulai belajar berinteraksi kepada teman yang baru aku kenal. masa-masa itu berlalu dengan cepat hingga tak terasa ku mulai memasuki sekolah dasar, 6 tahun ku lewati dan tidak terasa SMP ku jajaki sedikit pengalaman namun berarti belajar banyak mengenai persahabatan dan kami bisa bertahan sampai saat ini. 3 tahun berlalu dengan cepat dan dunia SMA menanti disinilah aku menemukan pengalaman-pengalaman yang sangat memabagiakan bisa dibilang semua pengalaman itu sangat berharga mempunyai banyak teman, mempunyai banyak sahabat, dan mempunyai bakal berorganisasi walaupun hanya menjadi MPK. Dan sekarang aku memutuskan untuk memantapkan hati untuk masa depanku di universitas Gunadarma walaupun awalnya aku bingung memilih di antara 3 pilihan namun sekarang aku mantapkan pilihan untuk menggapai cita-cita di universitas ini. Bercerita mengenai lingkungan rumahku sepertinya tidak ada yang spesial layaknya kehidupan masyarakat pada umumnya . sekian ceritaku yang dapat kuceritakan.