pengikut

Selasa, 04 Desember 2012

The Language of the New Media : CINEMA



1.      Pengertian Sinema
Sinema (akar kata dari cinema = kinematik = gerak). Film sebenarnya merupakan lapisan-lapisan cairan selulosa, biasa di kenal di dunia para sineas seluloid. Pengertian secara harafiah film (sinema) adalah Cinemathographie yang berasal dari Cinema + tho = phytos (cahaya) + graphie = grhap (tulisan = gambar = citra), jadi pengertiannya adalah melukis gerak dengan cahaya. Agar kita dapat melukis gerak dengan cahaya, kita harus menggunakan alat khusus, yang biasa kita sebut dengan kamera.
Sinema itu sendiri mempunyai arti yang sangat mendalam, bagaimana dengan Digital sinema? Sinema digital merujuk pada penggunaan teknologi digital untuk mendistribusikan dan menayangkan gambar bergerak. Sebuah film dapat didistribusikan lewat perangkat keras, piringan optik atau satelit serta ditayangkan menggunakan proyektor digital alih-alih proyektor film konvensional. Sinema digital berbeda dari HDTV atau televisi high definition. Sinema digital tidak bergantung pada penggunaan televisi atau standar HDTV, aspek rasio atau peringkat bingkai. Proyektor digital yang memiliki resolusi 2K mulai disebarkan pada tahun 2005, dan sejak tahun 2006 jangkauannya telah diakselerasi.
Sinema digital dapat dibuat dengan media video yang untuk penayangannya dilakukan transfer dari format 35 milimeter (mm) ke format high definition (HD). Proses transfer ke format HD melalui proses cetak yang disebut dengan proses blow up. Setelah menjadi format HD, penayangan film dilakukan dari satu tempat saja, dan dioperasikan ke bioskop lain dengan menggunakan satelit, sehingga tidak perlu dilakukan salinan film. Contohnya, dari satu bioskop di Jakarta, film dapat dioperasikan atau diputar ke bioskop-bioskop di daerah melalui satelit.
2.      Sejarah Film
Awalnya ilmuwan menemukan fakta bahwa manusia sangat tertarik pada sesuatu yang bergerak, namun tidak dapat jelas melihat jika pergerakan itu lebih dari 16 gerakan per detik. Berdasarkan penemuan ini dibuatlah sebuah mainan bergerak semacam diorama yang memproyeksikan bayangan sebuah gambar. Lalu berkembanglah alat-alat lain yang menjadi prinsip dasar sebuah bioskop kelak. Antara lain:
- Pada 1832 Fisikawan Belgia Joseph Plateau dan profesor geometri Austria Simon Stampfer menemukan Phenakistoscope. Lalu setelah itu ditemukan juga Zoetrope pada 1833. Prinsip yang sama dari kedua mainan ini yang nantinya digunakan pada film.
- Satu hal yang sangat penting bagi penemuan bioskop adalah kemampuan fotografi yang bisa mencetak gambar pada bidang datar. Foto tersebut dicetak pada lempeng kaca oleh Claude Niépce di tahun 1826. Lalu diproyeksikan per lempeng untuk setiap gerakan. Proses ini memakan waktu beberapa menit setiap frame-nya.
- Henry Fox Talbot memperkenalkan negatif terbuat dari kertas.

- Selanjutnya George Eastman di tahun 1888, menemukan stil kamera yang mampu menghasilkan foto diatas rol kertas halus dan sensitif/sensitized. Kamera ini dinamai Kodak, fotografi sederhana hingga orang awam pun mampu menggunakan kamera ini.
- Tahun berikutnya Eastman menemukan rol film seluloid yang transparan untuk stil kamera.
- Pada tahap akhirnya dikembangkan pula mesin proyeksi intermiten yang mengkoordinasikan pergerakan rol selulosa dan mengatur cahaya.
- Pada tahun 1890-an berdasarkan kondisi teknis bioskop resmi ada.
- Pada 1891 Thomas Edison dan seorang asisten W. K. L. Dickson menemukan alat yang baik untuk menampilkan rol selulosa dengan menggabungkan Kinetograf dan Kinetoscope. Dickson memotong rol Eastman selebar 1 inchi (35 millimeters). Dickson pun melubangi rol disetiap kanan kiri, 4 lubang pada setiap framenya. Lubang ini dapat ditarik gigi pemutar pada kinestoscope.

- Lalu Edison mengembangkan Phonograf buatannya untuk dapat mendengarkan rekaman suara berbarengan dengan putaran rol selulosa. Mendengarkan phonograf ini menggunakan alat bantu earphone.

3.      Sejarah cinema digital
Baru-baru ini (akhir 2005) minat pada proyeksi 3D stereo digital telah menyebabkan kemauan baru pada bagian teater untuk bekerja sama dalam jumlah terbatas menginstal 2K instalasi untuk menunjukkan Disney’s “Chicken Little” dalam 3D. Tujuh lebih film 3D digital yang dijadwalkan untuk tahun 2006 atau 2007 rilis. Ini kemungkinan akan meningkatkan jumlah 2K instalasi ke beberapa ratus pada akhir tahun 2006. Biaya format target yang direncanakan,, 4K jauh lebih besar, dan kemungkinan akan tetap ditunda sampai hasil yang lebih untuk 3D dievaluasi. Aplikasi digital lain seperti olahraga hidup adalah insentif tambahan. HD TV dan pra-rekaman HD Blu-ray disk, akan memberikan tekanan yang lebih besar terhadap teater untuk menawarkan sesuatu yang lebih baik untuk bersaing dengan pengalaman rumah HD ditingkatkan. 2K tidak benar-benar memperbaiki film yang ada sidik jari, kecuali dalam goresan menghilangkan, dimana 4K kemungkinan akan terlihat lebih baik dari film 35mm. 3D, jika terbukti menjadi faktor, akan terlihat jauh lebih baik dalam format 4K lebih besar.

http://manshurzikri.wordpress.com/2011/10/15/sinema-apa-itu-sebuah-esai-pendapat-i/
http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._SENI_RUPA/196202071987031-NANANG_GANDA_PRAWIRA/sejarah_film.pdf





Senin, 03 Desember 2012

Media Baru Dalam Kehidupan Sehari-hari


MEDIA BARU DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Zaman yang semakin modern merupakan era dimana teknologi informatika sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun sudah mulai mencoba menggunkan teknologi ini. Perkembangannya tidak mampu dikendalikan lagi semua orang berusaha untuk memperbaruhinya agar dapat mempermudah pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari. Pada pembahasan kali ini akan mengupas mengenai media-media baru atau yang disebut dengan new media. Dari jam ke Telegraf radio dan televisi, media baru selalu tenunan sendiri dalam kehidupan sehari-hari, mengganggu pola yang sudah ada organisasi spatiotemporal, menghasilkan baru ritme dan ruang. Migrasi teknologi komputer dari industri dan penelitian laboratorium untuk rumah selama tiga puluh tahun terakhir ini telah meningkatkan proses ini. Itu budaya populer dari media baru dimulai dengan videogame, media yang membawa dengan itu suatu teknologi imajiner dari masa depan yang sehari-hari menghilang ke dalam 'keterpisahan cyberian' dunia virtual. Seperti, dari waktu ke waktu, beberapa media digital baru telah menjadi biasa-biasa saja karena keakraban mereka , kita dapat melihat tidak Narnia yang atau Matrix-seperti pembagian dunia virtual dan aktual, melainkan rumit jalinan dimediasi, hidup, ruang dan waktu. Misalnya, perangkat mobile seperti ponsel, GPS / satnav, MP3 player, dan game konsol genggam, menggambar tubuh dan komunikasi di seluruh alam sehari-hari dan teknologi dan temporalities.
1.     Pengertian New Media
Media merupakan segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari narasumber kepada penerima informasi. New media atau media baru adalah sesuatu yang menjadi perantara untuk seseorang dalam mendapatkan informasi dari sumbernya tetapi perantara ini masih dibilang baru.
New media merupakan perkembangan dari media-media yang telah berkembang sebelumnya. Sebagai contoh pada jama dahulu untuk mengabadikan suatu moment yang sakral biasanya dengan mengukir di batu, tapi pada jaman sekarang untuk mengabadikan sesuatu dapat memfoto atau merekamnya menggunakan hp atau handicam.
2.     Pendangan Terhadap New Media
Pada zaman teknologi seperti sekarang ini sangat mudah untuk mendapatkan informasi. Dengan menggunakan mesin pencari seperti google, yahoo, alta vista, semua orang dapat mencari informasi yang mereka inginkan dengan waktu yang sangat efisien. Media bersifat mobile karena dapat dibawa kemana saja dan dapat diakses dimana saja. New media tidak dapat dipisahkan dengan dunia digital. Karena sebagaian besar new media didominasi oleh produk berteknologi digital.
3.     Manfaat Media
Media bermanfaat untuk memperantarai sesorang untuk mendapatkan informasi dengan mudah. Media baru bisa diartikan perantara untuk mendapatkan informasi akan tetapi perantara ini masih baru.
Berikut ini contoh teknologi yang termasuk media baru :
o   Ponsel/PDA Phone
o   Video Game
o   MP3 Player
o   Laptop
o   Digital Cinema/3D Cinema
o   Plasma TV
o   Internet
o   RSS Feed
o   Streaming Video
o   Dll.

4.     Aplikasi New Media
§  Google, altavista, yahoo dan website sejenisnya yang merupakan aplikasi pencarian sejumlah kata yang terdapat didalam website untuk mencari informasi yang diinginkan. 
§  CNN, BBC, detik, okezone dan berbagai website sejenisnya yang dibuat untuk memberikan berita secara cepat sebagai pengganti koran/majalah. New Media sebagai pengganti media surat kabar dalam penyampaian informasi secara cepat, bahkan new media tidak hanya sebagai sarana memberi informasi yang statis tapi new media juga menyuguhkan sarana untuk mencari informasi yang kita inginkan. 
§  Youtube, seleb.tv, metacave dan website sejenisnya yang menyediakan layanan membagikan video atau menampilkannya sebagai sarana hiburan dan berita secara audio visual. 
§  Twitter, facebook, friendster dan website sejenisnya yang menyediakan layanan mini blog dan social network sebagai sarana komunikasi langsung yang sengaja dibagikan kepada publik. Media social ini mempermudah komunikasi dimanapun, kapanpun dan kepada siapapun tanpa ada batasan apapun. 
§  BSE, e-dukasi.net, ilmukomputer,com yang menyediakan layanan pendidikan secara online berupa pembahasan-pembahasan materi pendidikan dan ada yang menyediakan buku elektronik (e-book), dsb. Media ini sangat berguna bagi para pelajar untuk bisa mendapatkan sumber bahan pelajaran yang banyak dan tidak membutuhkan banyak biaya.