Nama Kelompok : Intan Oka Herdanis (53411646)
Tiara Indah (57411098)
Mata Kuliah : Pemograman Jaringan
Kelas : 4IA18
Tiara Indah (57411098)
Mata Kuliah : Pemograman Jaringan
Kelas : 4IA18
Protokol
Agar suatu informasi dari suatu komputer dapat disampaikan ke komputer lain, informasi itu harus dikirimkan lewat jaringan dan mengalami proses yang panjang
melalui berbagai lapisan dalam jaringan.
Pertama-tama, informasi itu diolah menjadi data, kemudian
diolah menjadi segmen-segmen, diolah menjadi paket-paket, menjadi frame, dan yang terakhir
menjadi bit yang dapat dikirimkan lewat media jaringan
seperti kabel untuk disampaikan ke komputer lain, untuk diproses
balik untuk mendapat informasi asal.
Protokol-protokol WAN
Jaringan WAN dapat berfungsi dengan baik bila router yang menghubungkan jaringan WAN tersebut
dikonfigurasikan menggunakan protokol WAN yang tepat sesuai dengan layanan telekomunikasi yang dipakai. Protokol-protokol WAN tersebut antara lain adalah:
High-Level Data- Link Control
(HDLC), Point-to-Point (PPP), DDR, Integrated Services Digital Network (ISDN), Frame Relay, X.25 dan ATM. HDLC merupakan
protokol WAN default
yang digunakan oleh Cisco router untuk hubungan
lewat interface synchronous serialnya. PPP merupakan
standar protokol untuk hubungan
point to point dengan interface serial yang menggunakan protokol TCP/IP. ISDN dan Frame Relay adalah protokol-protokol WAN yang paling banyak
dipakai. X.25 adalah jenis protokol
WAN yang sudah kuno yang menggunakan metode packet-switching seperti yang digunakan Frame Relay, tetapi lamban sehingga
sudah kurang pemakaiannya. ATM adalah
jenis protokol yang banyak dipakai oleh LAN tetapi juga dapat dipergunakan untuk WAN.
Pengkodean Suara
Pengkodean suara merupakan pengalihan kode analog menjadi kode digital
agar suara dapat dikirim dalam jaringan
komputer (Purbo, 2007: 6). Pengkodean dikenal
dengan istilah codec, yang merupakan
singkatan dari compressordecompressor. Berbagai
jenis codec dikembangkan untuk memapatkan/mengkompresi suara agar bisa menggunakan bandwidth secara
hemat tanpa mengorbankan kualitas suara (suara yang keluar masih dapat didengar dengan baik).
Berikut ini adalah beberapa standar codec suara yang banyak digunakan di jaringan beserta
bandwidth yang dibutuhkan (Purbo, 2007: 7)
•
GIPS 13,3 Kbps & lebih tinggi 18
•
GSM 13 Kbps (full rate), 20 ms frame size
• iLBC 15 Kbps, 20 ms frame size:
13,3 Kbps, 30 ms frame size
• ITU G.711 64 Kbps, sample-based (juga dikenal sebagai alaw/ulaw)
• ITU G.722 48/56/64 Kbps
•
ITU G.723.1 5,3/6,3 Kbps, 30ms framesize
• ITU G.726 16/24/32/40 Kb
• ITU G.728 16 Kbps
• ITU G.729 8 Kbps, 10 ms frame size
• Speex 2,15 to 44,2 Kbps
• LPC10 2,5 Kbps
• DoD CELP 4,8 Kbps
Yang sering digunakan adalah codec G.729 dan GSM, sedangkan pada LAN biasanya digunakan
codec G.711 yang memang
bagus kualitasnya. Pengguna
open source lebih banyak menggunakan codec GSM yang tidak memiliki hak cipta (copyright). Sementara itu, banyak peralatan VoIP menggunakan codec G.729. Tabel 2.1 di bawah memaparkan perbandingan antara tarif panggilan telepon menggunakan VoIP dengan tarif telepon tradisional (PSTN) yang diambil
pada bulan Agustus 2007. Tarif VoIP yang diberikan
merupakan tarif dari iMaxindo, di mana iMaxindo merupakan salah satu dari sedikit penyedia
layanan VoIP di Indonesia yang sudah memiliki izin dari pemerintah. Sedangkan tarif PSTN yang diberikan merupakan tarif Telkom.
Tabel 2.1 Perbandingan tarif VoIP dengan PSTN
Tujuan
|
Tarif iMaxindo
|
Tarif Telkom (SLI)
|
Malaysia
|
Rp 1.200,00
|
Rp 5.650,00
|
Singapura
|
Rp 1.200,00
|
Rp 5.650,00
|
Amerika
|
Rp 1.200,00
|
Rp 8.300,00
|
Jepang
|
Rp 1.200,00
|
Rp 9.400,00
|
Italy
|
Rp 1.200,00
|
Rp 10.700,00
|
Perancis
|
Rp 1.200,00
|
Rp 10.700,00
|
Standarisasi protokol komunikasi pada teknologi VoIP seperti
H.323 dan Session Initiation Protocol
(SIP) telah memungkinkan komunikasi terintegrasi dengan jaringan
komunikasi lainnya seperti PSTN.
H.323
Berdasarkan ITU-T Recommendation H.323: “H.323
is packet-based multimedia communications systems”. Standar
H.323 terdiri dari komponen, protokol, dan prosedur yang menyediakan komunikasi multimedia melalui jaringan packet-based. Bentuk jaringan Packet-based yang dapat dilalui antara lain jaringan internet, Internet Packet Exchange (IPX)-based, Local Area Network (LAN), dan Wide Area Network
(WAN). H.323 dapat digunakan
untuk layanan-layanan multimedia seperti komunikasi suara (IP telephony), komunikasi video dengan
suara (video telephony), dan gabungan suara, video dan data. Tujuan desain dan pengembangan H.323 adalah untuk memungkinkan
interoperabilitas dengan tipe terminal
multimedia
lainnya. Terminal dengan standar
H.323 dapat berkomunikasi dengan terminal
H.320 pada N-ISDN, terminal
H.321 pada ATM, dan terminal
H.324 pada Public Switched
Telephone Network (PSTN). Terminal
H.323 memungkinkan komunikasi real time dua arah berupa suara,
video, dan data.
Bagian-bagian sistem
H.323 mencakup H.225.0 untuk connection establishment, H.245 untuk control, RTP/RTCP
dan audio/video codec, codec tersebut adalah audio codec (G.711, G.723.1, dan G.728) dan video codec (H.261,
H.263) yang melakukan kompresi dan dekompresi terhadap media stream. H.235 untuk keamanan,
H.246 untuk interoperability dengan circuit
switched
services dan
H.450 untuk servis-servis tambahan.
Standar H.323 terdiri dari 4 komponen
fisik yang digunakan saat menghubungkan
komunikasi multimedia point-to-point dan point-to-multipoint pada beberapa macam jaringan,
yaitu: terminal, gatekeeper, gateway, dan Multipoint Control Unit (MCU)
H.323 gateway digunakan sebagai
gateway antara telepon (PSTN)/PABX
dengan jaringan packet H.323. Gateway
menyediakan interface ke PSTN,
mengolah sinyal suara dan fax ke format paket yang dapat ditransmisikan di jaringan, dan melakukan komunikasi dengan gatekeeper untuk menjalankan fungsi Registration Admission Status (RAS)
untuk routing paket ke tujuannya di dalam jaringan.
Gatekeeper digunakan untuk address resolving, menemukan IP address
dari gateway yang dituju,
dan mengatur bandwidth serta Quality of Service yang dibutuhkan. Gatekeeper mampu melakukan administrasi satu zona yang terdiri dari beberapa H.323 gateway.
SIP (Session Initiation Protocol)
Berbeda dengan H.323, SIP diterbitkan sebagai standar oleh IETF
setelah adanya VoIP. SIP disiapkan
sebagai protokol dalam Suite IP untuk membentuk
dan
melakukan pengendalian
atas
sesi multimedia
over IP (Sitepu, 2004: 7). SIP merupakan protokol client-server yang
diangkut di atas TCP. Bentuknya
teks, seperti HTTP. SIP client menggunakan port 5060 untuk berhubungan dengan SIP server dan SIP endpoint lainnya.
SIP hanya digunakan untuk persinyalan. Transportasi data media tetap menggunakan RTP, seperti pada H.323. Sebagai bagian dari negosiasi, SIP juga menggunakan protokol yang disebut SDP (Session Description Protocol). Berdasarkan RFC 2327: ”Session Description Protocol
(SDP) is intended for describing multimedia sessions
for the purposes
of session announcement, session invitation, and other forms of multimedia session initiation”. Tugas SDP adalah memberikan deskripsi tentang sebuah sesi multimedia, meliputi antara lain informasi port berapa yang digunakan, serta jenis codec apa yang digunakan.
SIP menggunakan struktur protokol yang sederhana, sehingga operasinya cepat
dan fleksibel. SIP invitations
digunakan untuk membuat suatu sesi komunikasi. SIP juga mendukung
mobilitas user dengan cara meneruskan request ke lokasi
user saat itu. SIP juga dapat digunakan
untuk membuat panggilan multiparty dengan
menggunakan Multipoint Control Unit
(MCU).
Komponen-Komponen Jaringan Berbasis SIP
Komponen pada jaringan VoIP
yang menggunakan teknologi SIP, antara
lain: user agent, proxy, redirect server dan registrar.
Pengembangan Sistem
Pengembangan sistem VoIP dimulai dari pengumpulan semua kebutuhankebutuhan elemen- elemen sistem. Pada tahap ini, dilakukan
pengumpulan semua kebutuhan-kebutuhan
elemen-elemen sistem VoIP tersebut.
Perangkat Lunak
Perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:
• Microsoft Windows XP Professional Version 2002 Service Pack 2 sebagai Sistem Operasi.
•
X-Lite versi 3.0 sebagai softphone (user agent).
•
Axon versi 1.20 sebagai proxy server.
• Quorum versi 1.20 sebagai fitur tambahan
untuk Axon.
•
VQManager versi 5.2 untuk menganalisa serta memonitor sistem VoIP yang telah dibuat.
Seluruh komponen-komponen utama yang penulis gunakan dalam membangun sistem VoIP bersifat
freeware, kecuali Quorum, karena komponen tersebut merupakan komponen tambahan
yang dibutuhkan apabila sistem
VoIP yang telah dibangun ingin dapat menjalankan fitur call conference.
Hasil
pengujian
VQManager memiliki fitur-fitur yang lengkap untuk memonitor
suatu jaringan VoIP, seperti: Call Volume, Voice Quality dan Traffic Monitor. VQManager
bekerja dengan
cara menaruh sniffer pada sebuah interface
proxy server, sehingga VQManager
dapat melihat dan merekam paket-paket yang keluar
masuk pada interface
tersebut. Hal tersebut menimbulkan keterbatasan, yaitu paket-paket yang tidak melalui proxy tidak
dapat direkam sehingga
dalam hal ini,
apabila panggilan telepon dilakukan
dari dan ke exstension lain selain proxy, maka hanya paket-paket SIP saja yang dapat direkam,
sehingga parameterparameter paket suara seperti delay, jitter, packet loss, MOS dan R Factor tidak dapat direkam.
Seluruh paket SIP dapat terekam
dikarenakan seluruh paket SIP pasti melewati proxy. Dalam
hal
ini, penulis melakukan pengujian
kualitas suara terhadap panggilan-panggilan
telepon dari dan ke proxy. Penulis rasa hal tersebut
sudah cukup mewakili pengujian kualitas
suara pada seluruh
jaringan VoIP yang telah dibangun. Parameter-parameter yang dianalisa adalah
delay, jitter, packet
loss, MOS dan R Factor. Nilai-nilai yang ditampilkan merupakan nilai average (rata-rata).